MENU
ONLINE FORM PROPOSAL
Eagle Awards Documentary Competition 2019
 
logo eagle award
 
Pedoman pengisian FORM PROPOSAL peserta Eagle Awards Documentary Competition 2019 “Bakti Indonesia”

Isi formulir pendaftaran secara online di bawah ini.
 
Online :
1. Sebelum mengisi formulir di bawah ini, baca TERM OF REFERENCES (TOR) Bakti Indonesia klik di sini.
2. Pendaftaran paling lambat, Senin 31 Juli 2019 jam 24.00 WIB
   
eagleI. PENDAFTARAN
1. SELEKSI PROPOSAL: 2 - 14 AGUSTUS 2019
2. SELEKSI WAWANCARA: 15 - 16 AGUSTUS 2019
3. RISET SEMIFINALIS: 17 – 21 AGUSTUS 2019
4. PITCHING FORUM: 22 - 23 AGUSTUS 2019
5. EAGLE LAB: 24 – 1 SEPTEMBER 2019
6. PRODUKSI & PASCA PRODUKSI: 9 SEPTEMBER – 12 OKTOBER 2019
7. PREMIERE: 13 – 15 NOVEMBER 2019
8. AWARDS NIGHT: 22 – 25 NOVEMBER 2019
   
TERM OF REFERENCE
 

EAGLE AWARDS DOCUMENTARY COMPETITION 2019

BAKTI INDONESIA

 

Padamu negeri kami berjanji

Padamu negeri kami berbakti

Padamu negeri kami mengabdi

Bagimu negeri jiwa raga kami

 

Lirik lagu Bagimu Negeri ciptaan Kusbini hampir selalu diperdengarkan dalam berbagai seremoni untuk menggugah jiwa patriotisme. Indonesia hampir menginjak 75 tahun merdeka. Sudahkah kita berbakti pada bangsa dan negara? Apa tolak ukur yang kita pakai untuk menjawab keberhasilan bakti kita? Bagaimana pengaruh darma bakti kita untuk masyarakat maupun generasi berikutnya?

 

Berbakti kepada negeri mempunyai tempat sedemikian khusus, karena upaya ini berarti membangun masyarakat dan turut serta memajukannya. Berbakti kepada negeri berarti turut berkarya untuk menjadikan negeri ini lebih baik sesuai bidang masing-masing. Dengan demikian, akan lahir generasi-generasi berikutnya yang lebih baik dan terus menerus berkarya untuk negeri.

 

Arah yang dituju tentulah disesuaikan dengan program yang sejalan, khususnya untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDG’s) hingga tahun 2030. Rincian capaian mengacu pada  empat pilar yaitu pembangunan sosial, pembangunan ekonomi, pembangunan lingkungan dan pembangunan hukum serta tata kelola.

 

Eagle Awards Documentary Competition 2019

 

Kompetisi film dokumenter tahun ini secara khusus akan mengangkat semua sisi yang berkaitan dengan upaya pembuktian untuk berbakti kepada Indonesia. Khususnya, kontribusi yang berkaitan dengan bagaimana kemajuan teknologi informasi maupun kemudahan aksesibilitas telekomunikasi berpengaruh dan memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakatKemudahan aksesibilitas ini berjalan pararel dengan spirit tercapainya merdeka sinyal di seluruh wilayah Indonesia. Pasalnya, Indonesia yang tersebar dalam bentangan wilayah yang begitu luas dari barat hingga ke timur, menjadi tantangan tersendiri dalam memberikan peran sertanya untuk negeri ini.

 

Bagaimana mengemas film dokumenter yang bisa menginspirasi masyarakat dan merefleksikan baktinya pada Indonesia? Tentu hal ini menjadi sebuah tantangan buat pengirim proposal untuk mendalami risetnya dan menjadi kejelian juri untuk memilih kesesuaian tema. Rangkaian berikutnya adalah menajamkan ide melalui workshop agar di lapangan kelak bisa membangun cerita yang inspiratif, bahkan bisa menjadi kritik membangun bagi para pengarah kebijakan negeri ini.

 

Film yang kelak dilombakan merupakan hasil penyaringan dari proposal terpilih dengan mendapatkan pendampingan secara bertahap dalam produksi maupun pasca produksi oleh tim  Eagle Institute Indonesia (EII).

 

Sebagai pedoman pembuatan proposal, deskripsi kerangka ruang lingkup tema dan peluang dinamika cerita  Eagle Awards Documentary Competition 2019 “BAKTI INDONESIA” bisa mengacu pada uraian berikut ini:

 

  1. 1. Berbakti merangkaikan Indonesia menjadi negara kesatuan, berbakti kepada masyarakat melalui kemajuan pengetahuan maupun teknologi informasi. Terutama yang mengupayakan tercapainya pilar pembangunan sosial yang mengatasi kemiskinan, kelaparan menciptakan kehidupan sehat sejahtera, pendidikan berkualitas dan kesetaraan gender.
    1. a. Manfaat kemudahan akses telekomunikasi untuk memantau kehamilan dan waktu persalinan di sebuah desa terpencil, termasuk tumbuh kembang anak melalui mobile puskesmas, maupun epidemi penyakit.
    2. b. Pemantauan masyarakat pada umumnya dan komunitas adat terpencil pada khususnya dengan pendataan terkini agar mereka terakses dengan sandang pangan papan, termasuk pantauan kesehatan dan pendidikan.
    3. c. Pencegahan human trafficking di daerah tertinggal.
    4. d. Mereka yang berbakti dalam melakukan upaya perubahan dalam mengatasi kemiskinan dan kelaparan
    5. e. Individu/ komunitas/ masyarakat ataupun pemangku kebijakan dalam menciptakan kehidupan yang sejahtera, meningkatkan kualitas pendidikan serta berbakti dalam perjuangan untuk kesetaraan gender dan lain sebagainya.

 

  1. 2. Kemudahan aksesibilitas dalam gerak maupun informasi juga diharapkan bisa mendukung terciptanya pilar pembangunan ekonomi. Mulai dari mewujudkan energi bersih dan terjangkau, pekerjaan layak sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi.
    1. a. Berbagai upaya yang dilakukan individu / masyarakat / pemangku kebijakan yang berbakti melakukan pengembangan energi bersih dan terjangkau dan memperbaiki manajemen air dan energi.
    2. b. Tantangan dalam melakukan pemetaan ekonomi dari satu pulau/ wilayah dengan pulau/ wilayah lain berkaitan dengan transaksi perdagangan, hasil bumi dan ketersediaan pangan maupun kebutuhan dasar lainnya.
    3. c. Upaya pemantauan kenaikan kapasitas produksi di berbagai wilayah sehingga mampu memberikan dampak pertumbuhan ekonomi yang mendukung kenaikan pendapatan nasional.
    4. d. Kemudahan akses informasi dan mobilitas masyarakat dalam menciptakan peluang untuk kemajuan ekonomi di daerah
    5. e. Kebijakan pemerintah dalam menciptakan lapangan pekerjaan yang layak dan mendorong pertumbuhan ekonomi
    6. f. Mereka yang berbakti dalam mengembangkan industri, inovasi dan infrastruktur hingga upaya mengurangi kesenjangan
    7. g. Peran serta berbagai pihak dalam kemitraan untuk mencapai tujuan. Dan lain -lain

 

  1. 3. Mengangkat topik berkaitan dengan pilar pembangunan lingkungan yang bisa dinikmati masyarakat luas misalnya tersedianya air bersih dan sanitasi yang baik, kota dan pemukiman berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, penanganan perubahan iklim termasuk ekosistem laut dan darat.
    1. a. Tantangan yang dihadapi di setiap daerah buat mereka yang berikhtiar mengambil langkah urgen untuk mengatasi perubahan iklim, dengan memanfaatkan kemudahan aksesibilitas telekomunikasi.
    2. b. Bagaimana masyarakat mengatasi deforestasi (penggundulan hutan), termasuk membangun komunikasi mencegah konflik berkaitan dengan pengambilalihan tanah adat di daerah pedalaman.
    3. c. Para pejuang pengelola ekosistem laut dan pesisir melalui prinsip perikanan berkelanjutan. Termasuk mereka yang memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dalam melestarikan serta memanfaatkan secara berkelanjutan sumber daya laut, samudera, dan maritim untuk pembangunan yang berkelanjutan, termasuk ekosistem darat
    4. d. Mereka yang berbakti dalam penyediaan, pengelolaan air bersih dan sanitasi yang layak
    5. e. Peraturan daerah, peraturan adat yang mendorong kemajuan kota dan pemukiman berkelanjutan
    6. f. Mereka yang berbakti dalam melakukan konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab

 

  1. 4. Manfaat tercapainya pilar pembangunan hukum dan tata kelola yang meliputi perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh.
    1. a. Individu/ komunitas/ masyarakat ataupun pemangku kebijakan yang terlibat pada upaya memperketat keamanan dan menindaklanjuti berbagai aktivitas di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) mulai dari pencurian ikan, pelintas batas  wilayah Indonesia dll.
    2. b. Berbagai usaha untuk mewujudkan terjalinnya komunikasi yang baik antara warga di pedalaman/ kawasan 3T kepada pihak berwajib demi menghindari konflik. Baik antar penduduk maupun antara penduduk dengan satwa endemik, seperti membagikan letak lokasi dari titik satwa yang mengancam.
    3. c. Mereka yang bergiat dalam pendataan kependudukan untuk pemenuhan hak asasi, meningkatkan peluang tiap individu bisa mengakses layanan yang diberikan negara. Dan lain sebagainya.

 

PERSYARATAN UNTUK MENJADI PESERTA EAGLE AWARDS DOCUMENTARY COMPETITION 2019

 

  • - WNI yang berdomisili di Indonesia berusia 19-35 Tahun.
  • - Lulusan sekolah tinggi (Akademi, Institute, Perguruan Tinggi) atau sedang kuliah (berstatus mahasiswa)/ minimal pernah kuliah selama 2 (dua)
  • - Belum pernah menjadi finalis Eagle Awards.
  • - Bukan tenaga professional di lembaga Broadcasting atau film (dan, atau sedang bekerja di lembaga tersebut) kecuali mereka yang aktif di TV komunitas.
  • - Mendaftarkan diri sebagai tim yang terdiri dari 2 (dua)
  • - Memiliki motivasi dan komitmen yang kuat untuk mempelajari pembuatan film dokumenter dan berkomitmen menjadi sineas film dokumenter.
  • - Mengisi formulir pendaftaran secara online dengan lengkap yang berisi semua keterangan mengenai data diri, proposal film yang diajukan, data riset, serta foto copy KTP yang dikirim kepada panitia dalam satu paket pengiriman.
  • - Formulir dapat diisi secara online atau dengan download formulir proposal melalui eagleinstitute.id/submission
  • - Mengirim formulir proposal hardcopy ke:

EADC 2019 – Gedung Metro TV (Lobby Grand) Jl. Pilar Mas Raya Kav A-D Kedoya, Jakarta Barat 11520

UP: Panitia EADC 2019

 

PERSYARATAN KHUSUS :

 

  • - Form proposal yang diajukan bertemakan “Bakti Indonesia” tentang kisah inspiratif seputar upaya mereka mewujudkan baktinya kepada Indonesia
  • - Form Proposal yang diajukan harus memiliki ide cerita yang menarik, sudut pandang yang unik serta data-data riset yang kuat.
  • - Form proposal tersebut memungkinkan untuk diwujudkan ke dalam film dokumenter berdurasi 24 menit.
  • - Calon penerima beasiswa bersedia mengikuti rangkaian kegiatan Eagle Awards secara penuh yang terdiri dari seleksi, pelatihan, produksi, pasca produksi film dokumenter hingga malam anugrah Eagle Awards menurut jadwal yang telah ditentukan oleh panitia.
  • - Menyetujui bahwa hak untuk setiap dan semua bagian yang telah diberikan kepada panitia Eagle Awards dalam bentuk tertulis, tercetak, tersiar, terekam di pita, versi elektronik dan digital serta lainnya yang merupakan hasil pengerjaan proyek dipegang sepenuhnya oleh Eagle Institute Indonesia dan Metro TV.
  • - Mengikuti seluruh rangkaian On Air dan Off Air yang diselenggarakan oleh Eagle Institute Indonesia dan Metro TV dalam rangka sosialisasi, meningkatkan kesadaran, dan promosi Eagle Awards.