MENU
  • Agustus 03, 2018

5 Finalis EADC2018

DETAIL
EADC merupakan ajang kompetisi dokumenter bagi pemula pembuat film dokumenter dari kalangan mahasiswa. Kompetisi ini merupakan wadah bagi kaum muda peminat dokumenter untuk menyampaikan aspirasi mereka dan respon isu-isu terkini tentang ke Indonesia-an serta menjadi catatan sejarah secara visual dari pandangan kaum muda dalam melihat ke-Indonesiaan-nya. EADC pertama kali diselenggarakan pada tahun 2005, Dalam penyelenggaraannya melakukan roadshow ke berbagai Perguruan Tinggi di seluruh wilayah Indonesia, kemudian menjaring keikutsertaan peserta melalui penyeleksian proposal hingga pitching forum serta memfasilitasi peserta yang memiliki proposal terbaik untuk mendapatkan program beasiswa berupa workshop film bersama para professional filmmaker. Karya berupa film dokumenter akan diikutsertakan dalam berbagai kompetisi, festival film baik nasional maupun internasional.
Agustus 03, 2018 | by Eagle

5 Finalis EADC2018

Selamat kepada 5 finalis #EADC2018 Masterclass #MenjadiIndonesia. Inilah mereka yang berhak mendapatkan dana fasilitas produksi serta mengikuti workshop masterclass. 

1. Bioskop Kecil, Harapan Besar (karya: Lukas Deni Setiawan- Yogyakarta)

2. Senandung Mei di Lumpur Asmat (Karya: Yosep Levi-Papua)

3. Damai Dalam Kardus (Karya: Sulaiman Nur-Poso)

4. Perahu Ilmu (Karya: Lutfi Retno-Jakarta)

5. Menganyam Kehidupan (Karya: Fajaria Menur Widowati-Jawa Barat).

Keputusan di atas dari hasi penjurian wawancara oleh para juri: Aryo Danusiri (Produser), Leila Chudori (Kritikus Film / Penulis), Meuthia Ganie R (Sosiolog), Tjandra Wibowo (Produser), Tony Trimarsanto (Sutradara). *keputusan juri tidak dapat diganggu-gugat