MENU
PROMO
  • Juli 08, 2017
25 Proposal Terpilih EADC2017

Salam Dokumenter

Penjurian tahap 1 proposal Eagle Awards Documentary Competition 2017 telah dilaksanakan mulai tgl  8 – 15 Juni 2017, dengan susunan dewan juri sebagai berikut :

  1. Adrian Jonathan (Kritikus film)
  2. Alia Damaihati (Kurator Film)
  3. Daniel Rudi Haryanto (Sutradara)
  4. Wisnu Suryapratama (Sutradara)
  5. Ariani Djalal (Produser )

Proses penjurian tahap satu ini, dibuka peluang untuk mencari dan memilih 25 proposal terbaik dari total 161 proposal yang masuk tahun ini. Yang kemudian 25 proposal terbaik ini akan maju ke tahap seleksi berikutnya, yakni penjurian tahap dua (juri wawancara), untuk mencari 10 proposal terbaik.

 Adapun kriteria penilaian pada penjurian tahap satu ini adalah sebagai berikut ; kesesuaian tema, sudut pandang, kedalaman riset, kedekatan, keunikan ide cerita, potensi visual, feasibilitas produksi.

Dengan mengacu pada proses penilaian yang telah dilakukan secara seksama oleh para juri, maka pada pelaksanaan penjurian tahap satu ini, maka dewan juri memutuskan 25 (dua puluh lima) proposal yang berhak lolos untuk mengikuti proses penjurian tahap dua:

Berikut 25 proposal yang lolos penjurian tahap 2 :

  1. Anak Lorong Android – Muhammad Yunus & Baba Asal Makassar SulSel
  2. Aujat : Melawan Realitas – Protus Hyasintus Asalang & Handrianus Koli Basa Belolon Asal Papua
  3. Begesol Disungai Jelai – Zainal Muttaqin & M Randy Fitrawan Asal Banjar masin Kalsel
  4. Bemo Pintar – Febrian Ramadhan & Naufal Asyrof Rizky Asal DKI Jakarta
  5. Benteng Hutan – Mukmin & Aried Riyadi Asal Aceh
  6. Diatas Genteng – ika Yuliana & Sangga Arta Witama Asal DKI Jakarta
  7. Diaz ”membaca Orang Laut “ – Muhammad Hasbi & Muhammad Hasanul Asy’ary Asal Riau
  8. Gubuk Baca Gang Tato – Cut Febrina Hapsari & Risky Karina Putri Asal Malang Jatim
  9. Guru Blogger Dari pelosok Kalimantan – Abdi Firdaus & Noviar Firdaus Asal Kalsel
  10. Jawaban Dari Pendrikan – Muhammad Spd & Eko Prasetyo Nur Utomo Asal Semarang Jateng
  11. Kabut Asa Baling Karang – Ikhsan & Nurhayatul Ulfah Asal Aceh
  12. Lentera Di Pundak Ngatapapu – Lucky Arie & Nur Muthiawati Asal Sigi Sulawesi Tengah
  13. Melawan Seragam – Agung Syarip Nurhidayat & Athif Roihan Natsir Asal Jawa Barat
  14. Melawan pernikahan Dini Demi Pendidikan – Tini & Sobirin Darsul Fikri Asal Jawa Barat
  15. Melukis mimpi Anak TKI di Serawak Malaysia – Ineu Rahmawati & Akhmad Syaifuddin Asal Jawa Barat
  16. Mendengar Senyuman – Carya Maharja & Radisti Ayu Praptiwi Asal DKI Jakarta
  17. Mimpi yang Menjerit Di Kebun Sawit – Muhammad Fasha Rouf & Fikri Arigi Asal Jawa Barat
  18. (Me) Rakit – Ismail & Zuli Aris Setiyanto Asal Aceh
  19. – Siti Marfuah & Mokhamad Ma’sum Ridwan Asal Papua Barat
  20. Perawat Huruf-Huruf Di Kampung Nelayan – Tantry Ika Adriati & Yulien Lovenny Ester Gultom Asal Sumatera Utara
  21. Sekolah kolong tanpa Seragam – Syamsuddin & Samsuddin Asal Mamuju Sulbar
  22. Sekolah Minggu – Agus Alfinanda & Ahlul Fadli Asal Riau
  23. Seribu Asa untuk Negeri Mokko – Aan Ratmanto & Selsius Imanuel Malailo S.IP Asal Jateng
  24. Taiwa Mengajar – Anisse Alami & Eko Susanto Asal Bekasi Jabar
  25. Wowipits Pengukir Asmat – Asep Nanda Paramayana & Risky Hening Dwi Astuti Asal Jawa Tengah

Penjurian seleksi proposal tahap II untuk memilih 10 Proposal terbaik akan dilakukan pada  tanggal 5 – 6 Juli 2017

Selamat kepada para peserta yang lolos di tahap 25 besar, bagi yang belum berkesempatan lolos tetap semangat, tetap berkarya dan kami tunggu partisipasinya di Eagle Awards Documentary Competition tahun berikutnya.

Salam

Panitia EADC 2017

 

Share this on: