MENU
ARTIKEL
  • Juni 23, 2016
TOR EADC 2016 'INDONESIA SEHAT'

TOR EAGLE AWARDS 2016, INDONESIA SEHAT

Sebuah upaya dalam melihat dan menafsir dinamika serta kompleksitas  persoalan kesehatan di Indonesia, guna terlahirnya sebuah film dokumenter yang inspiratif, menggugah emosi dan mengubah prespektif.

 

LATAR BELAKANG

Kesehatan merupakan investasi untuk mendukung pembangunan ekonomi dan memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Dalam pengukuran Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kesehatan adalah salah satu komponen utama selain pendidikan dan pendapatan. Dalam undang-undang Nomor 23 tahun 1992  tentang kesehatan ditetapkan bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Berkaitan dengan perspektif tersebut, pembangunan kesehatan berbanding lurus dengan pembangunan ekonomi. Untuk itu, pembangunan kesehatan harus dipandang sebagai suatu investasi untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia.

Program Indonesia Sehat yang diluncurkan Kemenkes dilaksanakan dengan mengacu kepada 3 (tiga) pilar utama, yaitu:

  • Pilar Paradigma Sehat: Pada pilar ini program Pengarusutamaan kesehatan dalam pembangunan Promotif - Preventif sebagai pilar utama upaya kesehatan pemberdayaan masyarakat
  • Penguatan Pelayanan Kesehatan; Peningkatan Akses terutama pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP); Optimalisasi Sistem Rujukan Peningkatan Mutu; Penerapan pendekatan continuum of care; dan Intervensi berbasis resiko kesehatan (health risk)
  • Jaminan Kesehatan Nasional; dilakukan dengan strategi perluasan sasaran dan benefit serta kendali mutu dan kendali biaya.

 

Demi mewujudkan Indonesia sehat ada 12 indikator keluarga sehat yang dibagi dalam lima poin. Yang pertama lima indikator dalam gizi kesehatan ibu dan anak. Yaitu keluarga mengerti program KB, ibu hamil memeriksa kehamilannya sesuai standar, balita mendapatkan imunisasi lengkap, pemberian ASI ekslusif 0-6 bulan dan pemantauan pertumbuhan balita. Sementara dalam pengendalian penyakit menular dan tidak menular dua indikator lainnya adalah penderita hipertensi yang berobat teratur dan penderita TB paru yang berobat sesuai standar. Untuk dua indikator dalam perilaku sehat, yaitu tidak adanya anggota keluarga yang merokok dan sekeluarga juga sudah menjadi anggota JKN. Untuk ketiga indikator terakhir adalah indikator dalam poin rumah/ lingkungan sehat dan kesehatan jiwa. Seperti mempunyai sarana air bersih dan menggunakan jamban keluarga. Indikator terakhir adalah anggota keluarga akses dalam pelayanan kesehatan jiwa.

 

Dalam hal ini negara sudah seharusnya terus mempercepat pembangunan kesehatan dan peningkatan derajat kesehatan bagi seluruh masyarakat, tanpa memandang perbedaan suku, golongan, agama dan stastus ekonomi. Setiap upaya pembangunan kesehatan tersebut, harus berlandaskan perikemanusiaan yang dijiwai serta dikendalikan oleh keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Akan tetapi, yang perlu digarisbawahi adalah bahwa upaya pembangunan kesehatan ini tidak dapat dipahami hanya sebagai tanggungjawab negara. Komponen masyarakat juga harus mengambil peran, baik dimulai dari diri sendiri, lingkungan keluarga di rumah, maupun secara kolektif. Kolaborasi inilah yang mampu mendorong percepatan pembangunan kesehatan serta peningkatan derajat kesehatan—baik perorangan, masyarakat, maupun lingkungan—di Indonesia.

Sementara, saat ini tercatat beberapa  permasalahan kesehatan yang dapat dikelompokkan menjadi:

(1)      Masalah Kapasitas—kurangnya kompetensi tenaga medis, standar pelayanan kesehatan yang rendah, lemahnya kesadaran masyarakat untuk terlibat aktif dalam membangun Indonesia yang lebih sehat;

(2)      Masalah Kelembagaan Pelayanan Kesehatan—standar profesi dan pelayanan kesehatan belum merata, peralatan dan fasilitas kesehatan tidak memadai, sistem kemitraan yang kurang sinergis;

(3)      Sistem Pelayanan Kesehatan Primer—struktur dan alur kesehatan masyarakat yang kurang jelas, jaminan kesehatan bagi kaum miskin, marginal dan perempuan yang masih kurang, lemahnya integrasi dan sinergi antar pelaku pelayanan kesehatan

 

EAGLE AWARDS DOCUMENTARY COMPETITION 2016

Eagle Awards Documentary Competition pada pelaksanaannya yang ke-12, hadir dengan tema “INDONESIA SEHAT”. Melalui tema tersebut, kami ingin mengajak kaum intelektual muda Indonesia untuk kembali berpikir secara kritis dan memberikan alternatif sudut pandang  terhadap realitas perkembangan kesehatan dan seluruh dinamikannya di Indonesia. Melalui tema ini, kami berharap bisa memotret cerita-cerita perjuangan dan upaya orang-orang biasa dengan kehidupan luar biasa.

Ruang lingkup tema “INDONESIA SEHAT” menyangkut kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, pelayanan kesehatan, inovasi dan pengembangan, partisipasi publik. Berikut deskripsi kerangka ruang lingkup tema dan peluang dinamika cerita yang bisa menjadi rujukan bagi pengumpulan ide cerita dalam Eagle Awards Documentary Competition 2016.

  • Kesehatan Masyarakat
  1. Individu ataupun kelompok yang mengupayakan cara-cara alternatif untuk membangun kesadaran kesehatan bagi masyarakat.
  2. Individu ataupun kelompok yangmemberikan pendidikan pada upaya peningkatan kesadaran dan pengetahuan kesehatan masyarakat.
  3. Individu atau kelompok yang melakukan peningkatan sosialisasi kesehatan masyarakat dengan melakukan proses akulturasi dengan nilai-nilai lokal setempat.
  4. Individu atau kelompok masyarakat yang telah menjadi jembatan bagi pihak pemerintah – swasta – masyarakat dalam melakukan upaya peningkatan kesehatan masyarakat.
  5. Masyarakat adat dan peraturan adat yang memiliki prespektif kesehatan masyarakat / kesehatan masyarakat adat.
  6. Dll

 

  • Kesehatan Lingkungan
  1. Individu atau kelompok yang mengembangkan gerakan untuk meningkatkan kesehatan lingkungan.
  2. Individu atau kelompokyang berupaya melakukan pembenahan guna penciptaan lingkungan yang memiliki manfaat bagi lingkungan yang sehat.
  3. Individu atau kelompok masyarakat yang telah menjadi jembatan bagi pihak pemerintah – swasta – masyarakat dalam upaya penciptaan kesehatan lingkungan.
  4. Peningkatan kesadaran kesehatan lingkungan sejak usia dini.
  5. Peningkatan sosialisasi kesehatan lingkungan dan pola hidup sehat
  6. Dll

 

C.  Pelayanan Kesehatan

1.  Individu, kelompok masyarakat atau tenaga kesehatan yang melakukan pelayanan kesehatan   pada masyarakat di daerah-daerah terpencil di Indonesia.

2. Individu, kelompok masyarakat atau tenaga kesehatan yang melakukan pelayanan kesehatan dengan cara dan upaya dalam keterbatasan.

3. Individu atau kelompok masyarakat yang membangun sistem dan bentuk pelayanan yang melibatkan pihak masyarakat secara partisipatif.

4. Individu atau kelompok masyarakat yang berinisiatif melakukan pelayanan kesehatan dengan cara yang mandiri demi terwujudnya masyarakat Indonesia yang sehat.

5. Peningkatan pendidikan kesehatan pada masyarakat sejak usia dini.

6. Dll

 

D. Inovasi dan Pengembangan

1.  Pengembangan dan penciptaan obat-obatan dan peralatan kesehatan.

2. Peningkatan kualitas dan kuantitas kesehatan.

3. Peningkatan jumlah   jaringan dan kualitas infrastruktur kesehatan

4. Pengembangan system jaminan kesehatan terutama bagi penduduk miskin.

5.  Pemerataan dan peningkatan kualitas fasilitas kesehatan dasar.

6. pengembangan dan penciptaan obat-obatan alternatif dengan mengedepankan potensi dan kekuatan lokal.

7. Dll

  

E. Partisipasi Publik

1.  Peraturan adat dan pemerintah yang membuka peluang bagi masyarakat untuk terlibat secara aktif dalam proses peningkatan derajad kesehatan masyarakat.

2. Program masyarakat, pemerintah maupun swasta dalam menjalankan pembangunan kesehatan yang partisipatif.

3. Upaya penerapan program secara setara dan demokratis dalam mengupayakan pembangunan kesehatan.

4. Individu atau kelompok yang sedang mengupayakan mekanisme masyarakat untuk terlibat secara aktif dalam pembangunan kesehatan di Indonesia.

5. Dll

 

PERSYARATAN UNTUK MENJADI PESERTA EAGLE AWARDS DOCUMENTARY COMPETITION 2016

PERSYARATAN UMUM

  • WNI yang berdomisili di Indonesia berusia 19-35 Tahun.
  • Lulusan sekolah tinggi (Akademi, Institute, Perguruan Tinggi) atau sedang kuliah (berstatus mahasiswa)/ minimal pernah kuliah selama 2 semester.
  • Belum pernah menjadi finalis Eagle Awards.
  • Bukan tenaga professional di lembaga Broadcasting atau film (dan, atau sedang bekerja di lembaga tersebut) kecuali mereka yang aktif di TV komunitas.
  • Mendaftarkan diri sebagai tim yang terdiri dari 2 orang.
  • Memiliki motivasi dan komitmen yang kuat untuk mempelajari pembuatan film dokumenter dan berkomitmen menjadi sineas film dokumenter.
  • Mengisi formulir pendaftaran secara online dengan lengkap yang berisi semua keterangan mengenai data diri, proposal film yang diajukan dan diriset, serta foto copy KTP yang dikirim kepada panitia dalam satu paket pengiriman.
  • Formulir dapat diisi secara online melalui www.eagleinstitute.id/submission  
  • Mengirim formulir proposal hardcopy ke:

EADC 2016, Metro TV (lobby Grand) Jl. Pilar Mas Raya Kav A-D Kedoya, Jakarta Barat 11520

UP: Panitia EADC 2016

 

PERSYARATAN KHUSUS :

  • Form proposal yang diajukan bertemakan “Indonesia Sehat”
  • Form Proposal yang diajukan harus memiliki ide cerita yang menarik, sudut pandang yang unik serta data-data riset yang kuat.
  • Form proposal tersebut memungkinkan untuk diwujudkan ke dalam film dokumenter berdurasi 21 menit.
  • Calon penerima beasiswa bersedia mengikuti rangkaian kegiatan Eagle Awards secara penuh yang terdiri dari seleksi, pelatihan, produksi, pasca produksi film dokumenter hingga malam anugrah Eagle Awards menurut jadwal yang telah ditentukan oleh panitia.
  • Menyutujui hak bahwa untuk setiap dan semua bagian yang telah diberikan kepada panitia eagle awards dalam bentuk tertulis, tercetak, tersiar, terekam di pita dan versi elektronik lainnya yang merupakan hasil pengerjaan proyek dipegang sepenuhnya oleh Metro TV.
  • Mengikuti seluruh rangkaian On Air dan Off Air yang diselengarakan oleh Metro TV dalam rangka sosialisasi, meningkatkan kesadaran, dan promosi Eagle Awards.
Share this on: